knowledge management for development

Information

KM4Dev_Indonesia

Group for members in the larger KM4Dev Community with a specific interest in Indonesia

Location: Indonesia
Members: 14
Latest Activity: Mar 25

Welcome/Selamat Datang

Welcome to the KM4Dev_Indonesia Group/Selamat datang di Kelompok KM4Dev_Indonesia

More development programs in Indonesia are including knowledge exchange and management components. Hopefully this group can support discussions and collaboration in Indonesia especially in linking KM4Dev related activities in-country.

This group also supports members who are more comfortable in communicating in Indonesian on threads/topics discussed in the KM4Dev Mailing list. The group also supports formulating responses and suggestions of new topics and queries to the KM4Dev Community.

Semakin banyak program pembangunan di Indonesia menambahkan komponen pertukaran dan pengelolaan pengetahuan. Diharapkan bahwa grup ini dapat mendukung diskusi dan kolaborasi di Indonesia terutama dalam upaya menghubungkan kegiatan KM4Dev di dalam negeri.

Grup ini juga mendukung para anggota yang lebih leluasa bila berkomunikasi dalam bahasa Indonesia bila membahas alur/topik yang didiskusikan pada milis KM4Dev. Grup ini juga dapat mendukung penyusunan tanggapan serta usulan topik dan pertanyaan baru untuk disebarkan kepada Komunitas KM4Dev

Resources

“Tweet of the Day”: (tentang Knowledge dan Sains )

“Tweet of the Day” :Ikuti Indonesia dlm mempelopori aturan main evolusi sains global! http://bit.ly/dt9vOM #indonesiaunite #berita #indonesia #kaskusMd SantoContinue

Tags: knowledgemanagement, science, knowledge

Started by Md Santo Oct 29, 2010.

KM METRICS - KM MAPS – KM MATRIX DIAGRAMS AS ‘MOBEE KNOWLEDGE’ PRODUCTS ( http://mobeeknowledge.ning.com)

Dalam rangka layanan kami ( http://mobeeknowledge.ning.com ) dibidang ‘Knowledge Management’ dan ‘Organizational Learning’, berikut ini adalah…Continue

Tags: knowledgemanagement, organizationallearning, mobeeknowledge, kmmatrixdiagram, kmmaps

Started by Md Santo Sep 8, 2010.

TIGA PRODUK “KM-DRIVEN INNOVATION 2.0” KAMI (MOBEE KNOWLEDGE ALLIED GROUPS)

Produk inovasi oleh Young Enterpreneurship kami dibidang inisiatif “Long Tail Economy 2.0 – User Created Content – Knowledge Economy”, kunjungi link …Continue

Started by Md Santo Aug 27, 2010.

New website

Rekan-rekan,Saya baru saja meluncurkan website pribadi saya (www.endrocn.com). Website ini akan menampung pemikiran, pengalaman termasuk kegiatan saya sehubungan…Continue

Tags: asset, knowledge

Started by Endro Catur Nugroho Aug 2, 2010.

Harian Kompas

Loading… Loading feed

Comment Wall

Comment

You need to be a member of KM4Dev_Indonesia to add comments!

Comment by Md Santo on August 25, 2011 at 11:28pm

Dear Dormaringan,

Salam kenal dan selamat datang di KM4Dev_Indonesia. Sebagai kontribusi knowledge sharing dari saya silahkan kunjungi URL-URL berikut :

Any feedback will be appreciated. Happy viewing!

 

Md Santo – founder http://mobeeknowledge.ning.com

Comment by dormaringan on August 25, 2011 at 9:26pm

Salam kenal,

Baru (kembali) bergabung.

Mohon bimbingan lebih lanjut dalam dunia KM, yang kemajuannya sangat mencengangkan ini.

 

Thanks,

Dorman

Comment by Md Santo on August 18, 2010 at 9:01am
MENYIKAPI KENDALA MEMAHAMI KM

Dear Sdr Endro,

Esensi KM adalah Learning, Growth dan Inovasi. Ketiganya menyangkut Process-based. Tidak bisa kita main terobosan (short cut) untuk memahaminya. Syukurlah dg teknologi (KM Tools) yang al mendorong “know where” learning strategy, kita bisa “mengkompresi” tahapan-tahapan proses tsb yang identik dengan mahasiswa pandai dipercayai mendapatkan sks yg lebih tinggi daripada mahasiswa bodoh. DPL mahasiswa pandai memiliki kemampuan “mengkompresi” beban studi

Sayangnya KM sering diasosiasikan dengan kebutuhan bisnis sehingga para praktisi KM sebagai konsultan bisnis sering terjebak ke pragmatisme “mind set” yang tidak mendidik. Dalam hal ini para praktisi KM tsb mencari “model-model template KM yg siap pakai tanpa pikir panjang-panjang”. Padahal esensi atau nature daripada KM tidaklah demikian

Untuk memahami hikmah (wisdom) daripada KM, perlu terlebih dahulu sekedarnya memahami Filsafat Ilmu (bukan Ilmu Filsafat lho) nya KM yang berfungsi sebagai peta KM. Kemudian barulah “masuk ke hutan KM” untuk mempermudah “learning how to learn”nya mempelajari “mazhab-mazhab KM” pada praktek dan disesuaikan untuk kebutuhan diri sendiri dan “dipoles” mana yang paling pas dipakai baginya ( build their own framework tailored to their needs )

Sebagai knowledge sharing dan/atau kontribusi saya dan juga menjawab issue anda, anda saya ajak ke link saya untuk memahami sekedar tinjauan filsafat ilmunya KM http://mobeeknowledge.ning.com/forum/topics/addressing-current-evol... dan http://mobeeknowledge.ning.com/forum/topics/the-edge-of-scientific . Setelah itu untuk pemahaman secara “ringkas dan praktis” atas pengalaman praktek KM korporat kami, ikuti link http://mobeeknowledge.ning.com/forum/topics/mobee-knowledge-templat... khususnya terhadap Attachment 1 & 2. Kalau anda ada luang waktu ikuti juga Knowledge-base kami pada http://delicious.com/mobeeknowledge .

Semua link diatas saya ambilkan dari situs jejaring social http://mobeeknowledge.ning.com yang saya bikin sejak Mei 2008 dengan tema “Toward next generation KNOWLEDGE MANAGEMENT 2.0 through contextual learning on the issues of TECHNOLOGIES, MARKET, PEOPLE and INNOVATION” ( kini sudah memiliki lebih dari 600 members tersebar di 38 negara)

Salam,
Md Santo
Comment by Endro Catur Nugroho on August 18, 2010 at 7:27am
Rekan-rekan,

Terus terang saya amazed dengan begitu banyak terminologi KM yang memang penting. Sayang, mungkin karena saya masih hijau jadi agak kepenuhan mencernanya. Tapi saya kemudian berpikir, apa KM memang perlu dijelaskan dengan terminologi yang sebegitu rumit?

Tadi saya baru saja bertemu dengan calon klien yang minta saya menjelaskan KM dalam bahasa sederhana karena ia bilang menyerah membaca literatur KM yang "seperti negeri impian".

Akhirnya saya mengutip kalimat seseorang (saya lupa, mungkin kalimat rekan-rekan semua) kalau KM itu "knowing what you know. managing what you need to know. turning what you know into asset"

Kalimat terakhir adalah bidang dimana saya akan memfokuskan diri. Ketika diceritakan oleh calon klien, penilaian cepat saya adalah mereka terlalu cepat mengimplementasikan sharing tools (sharepoint, etc) tanpa lebih dahulu membangun budaya berbagi.

Ketika saya survey "dadakan" ke dua orang staf (satu middle management, satunya lagi junior management), mereka berdua bilang kalau berbagi (update project status, best practices, project report, etc) cuma "nambah2 kerjaan". Ada IT tools yang dibuat perusahaan malah bikin mereka merasa terperangkap terpaksa mengerjakannya, tanpa sempat melihat pentingnya buat mereka (bukan melulu buat perusahaan).

So, yes, menurut saya KM tools (sharepoint, portal atau sesederhana papan informasi berisi jadwal menenun untuk kelompok tenun STILL di desa Nita, Kab Sikka, Flores yang saya buat untuk mereka) adalah alat. Tiap alat jadi efektif kalau penggunanya tahu bagaimana cara menggunakannya. Tiap alat akan dimiliki dan dijaga kalau penggunanya tahu apa pentingnya buat organisasi dan mereka sendiri.

So, yang saya ajukan ke calon klien saya adalah: "tentukan dulu: what's in it for your organisation, what's in it for your staffs, if neither gets the benefit, don't bother wasting your money on KM projects."

Salam,


Endro Catur
http://endrocn.com
Comment by Md Santo on March 20, 2010 at 4:35am
Bukan soal terlalu tinggi tidaknya dalam konteks KM tsb. Menurut hemat saya, “something goes wrong on the way people looking on K and/or KM”. K yang benar tidak pernah berada diluar tubuh manusia atau organisasi. Hanya D dan I-lah yang berada diluar tubuh manusia. K sd saat ini mengalami perlakuan seperti D dan I dianggap sebagai objek belaka. Sesungguhnya K adalah subjek. K adalah kesadaran sejak mulainya hidup tiap manusia. Kesadaran paling primitif timbul dari indera manusia atau sistim saraf tepi yang mana saya pakai istilah KLC. Kesadaran lebih tinggi adalah sistem saraf sentral atau mind brain atau KMC. Kesadaran paling tinggi adalah consciousness DNA atau KHC sebagai sumber “value and culture management. Dalam praktek KM, KLC =KM Tools, KMC=KM Process Framework dan KHC=KM Standards

K dalam teori klasik KM sd saat ini lokasi domainnya ada pada kontinum D-I-K-W atau disebut sebagai DIKW model. Dalam hal ini saya memodifikasinya jadi DI-KW model ( http://mobeeknowledge.ning.com/forum/topics/the-origin-of-knowledge... ) dengan pertimbangan DI dan KW masing-masing adalah entitas tersendiri.

Hal-hal tsb itulah menurut hemat saya yang menjadi penyebab-penyebab :
1. Kesulitan mendefinisikan KM, sehingga dalam literature study, kita dapatkan 60 – 70 definisi KM
2. Bahasan “Scientific Knowledge” sering “mentok bermasalah” karena dasarnya K dianggap objek seperti D dan I. Sesungguhnya kalau sudah masuk domain K (dalam continuum DIKW) yang benar adalah diganti menjadi “Knowledgeable Science”
3. Tidak ada sumber referensi KM yang dianggap terunggul karena selain butir 1 dan 2 tsb, sering cepatnya KM termodifikasi akibat dampak dari “turbulensia dan nonlinearitas serta kecepatan eksponensial” daripada dinamika ekosistem non fisik saat ini termasuk dampak daripada fenomena konvergensi ICT dan Web 2.0

Dengan kondisi-kondisi tsb, “obsesi” saya adalah berkontribusi pada “MIPA atau Basic”nya KM sekaligus syukur-syukur kalau hasilnya mampu melakukan “re-write the rule of (KM) business”

Untuk menjawab hal referensi (ter)baik sebagai sumber KM, bisa dicari sumber yang berkemampuan memberikan kita konten dan konteks KM secara innovative – creative- (semantic)web 2.0 driven – secara efektif dengan siklus waktu cepat – bersifat agile dan dinamis – knowledge based – relevansi tinggi dengan masa depan. Sebagai contoh silahkan menggunakan link http://www.brint.com/km/ yang sering saya pakai, terutama dalam penggunaan SEARCH engine-nya

Dari saya sendiri sebagai kontribusi walaupun tidak sekomprehensif mereka, silahkan coba sumber KNOWLEDGE BASE saya melalui “gateway links” http://delicious.com/mobeeknowledge dan http://delicious.com/tags/mobeeknowledge Semoga ada yang relevan dengan kebutuhan pak Soetarto
Comment by Soetarto Dwipoespito on March 20, 2010 at 1:47am
Terlalu tinggi buat saya, Pak Santo. Saya mempelajari KM dari perspektif ICT karena profesi saya selama 24 tahun. Sehingga ketika saya diminta mempelajari KMS maka pendekatan saya melalui knowledge storing.

Saya masih sangat jauh dari ahli KM karena baru sekitar 5-6 bulan ini mempelajarinya sendiri melalui references yang saya dapat di toko buku atau internet. Dalam pengembangan KM system yang akan dibiayai Jepang saya berencana melibatkan staf-staf di unit Capacity Building untuk menangkap knowledge dan merekrut CKO untuk maintaining KM content.

Apakah Pak Santo bisa menunjukan reference yang baik yang bisa saya dapatkan di Indonesia?
Comment by Md Santo on March 19, 2010 at 8:27am
Menurut persepsi saya, ICT dalam KM berada pada domain KM Tools. Domain KM yang lain adalah KM Process Framework dan KM Standards. Kalau kita berpaham pada trend Human System Biology (HSB)-based KM, maka : …. “There are three staging of Knowledge maturity based on human psycho-physiology-anatomy structure : Knowledge with Lower Consciousness (KLC), Knowledge with Medium Consciousness (KMC) and Knowledge with Higher Consciousness (KHC). KLC derived from human Peripheral Nerve System or Human Senses. KMC derived from Central Nerves System or Mind Brain. KHC derived from human Consciousness DNA ….….. Within Human System Biology (HSB)-based KM : KM Tools symbolizes human senses derived from KLC, KM Process Framework symbolizes common sense derived from KMC and KM Standards symbolizes culture and value derived from KHC” ( lih. http://www.km4dev.org/profiles/blogs/repostulating-the-paradigm-of ).

Para perencana dan pengambil keputusan perlu memiliki dominasi orientasi sbb : Personal Knowledge Management (PKM) lebih kepada KM Process Framework atau tacit learning process. Little KM atau korporat kecil dibawah 100 personil perlu didominasi oleh orientasi KM Tools atau ICT. Sedangkan Big KM atau korporat besar orientasi prioritasnya kepada KM Standards atau “culture and value management”.
Comment by Soetarto Dwipoespito on March 19, 2010 at 3:41am
Untuk dapat menangkap knowledge dikalangan praktisi diperlukan KM Tools yang tepat diantara sekian banyak tools yang biasa digunakan dalam KM. Aspek "People" disini membutuhkan kemampuan praktisi Community Development. Dalam siklus "SECI" dari Nonaka dapat menjelaskan proses penangkapan, externalisasi, kombinasi, dan internalisasi knowledge. Disinilah peran aspek "people" dalam KM.

Selain itu dibutuhkan pula campur-tangan top-level management dalam hal kebijakan mengingat sulitnya menumbuhkan budaya "knowledge sharing" di Indonesia. Orang masih beranggapan bahwa dengan "sharing" knowledge yang mereka miliki akan menciptakan kompetitor bagi mereka sendiri. Disinilah peran kebijakan dari top-level management dengan "reward" dan "punishment" bagi kontributor knowledge kedalam KM System.

Hingga tahapan ini tanpa keterlibatan ICT pun KM sudah bisa dikatakan terbentuk. Hanya pengelolaannya yang sulit karena tidak mudah mengelola dokumen-dokumen hardcopy untuk dapat disimpan dan disebarkan. Selain itu pada akhirnya biaya yang dibutuhkan lebih besar dibanding memanfaatkan ICT dengan taxonomy (pengelompokan/struktur) yang sesuai.
Comment by Petrarca Chawaro Karetji on March 18, 2010 at 5:49pm
Saya sangat sepakat dengan apa yang dikatakan Pak Soetarto, bahwa ICT merupakan salah satu alat untuk mendukung KM. Apalagi dalam konteks KM4D, kecenderungan untuk memanfaatkan ICT untuk menyediakan dan menyebarkan pengetahuan justeru membatasi pemanfaatannya oleh mereka yang paling membutuhkan pengetahuan tersebut karena keterbatasan akses pada ICT.

Dalam hal ini saya sangat tertarik pada peran para pelaku pembangunan di lapangan dan perannya sebagai portal pengetahuan, baik untuk menyalurkan dan juga untuk melakukan "penangkapan" dan konversi pengetahuan sehingga bisa dimanfaatkan misalnya oleh para perencana, penyusun dan pengambil keputusan kebijakan pembangunan.

Salam!
Comment by Soetarto Dwipoespito on February 15, 2010 at 8:30am
KM bukanlah ICT. ICT mungkin berperan dalam salah satu aspek dalam KM. Seperti kita tahu ada aspek "people-proses-teknologi-konten" dalam KM. Mungkin ICT masuk dalam "teknologi" dan "konten" dalam hal penyimpanan knowledge kedalam struktur (taxonomy) untuk memudahkan pencarian dan penggunaannya. Definisi KMpun bisa beragam tergantung dari perspektif keahlian orang yang mendefinisikannya. Orang IT akan mendefinisikan KM sebagai suatu system yang menyimpan dan mengelola knowledge dan tidak kental dalam hal knowledge capturing, conversion, dll.
 

Members (14)

 
 
 

Donate !

Please read and consider:

Why we encourage you to donate to KM4Dev

Members

© 2014   Created by Knowledge Management for Development.

Contact km4dev | Site Design : Groupsia International  |  Report an Issue  |  Terms of Service